Home / Berita Liga Bola / Bahaya Yang Mengancam Pemain Premier League Jika Pertandingan Dilanjutkan
Bahaya Yang Mengancam Pemain Premier League Jika Pertandingan Dilanjutkan
Bahaya Yang Mengancam Pemain Premier League Jika Pertandingan Dilanjutkan

Bahaya Yang Mengancam Pemain Premier League Jika Pertandingan Dilanjutkan

Bahaya Yang Mengancam Pemain Premier League Jika Pertandingan Dilanjutkan

BeritaLiga – Kompetisi Premier League akan bergulir kembali pada 17 juni 2020. Ini merupakan angin segar bagi klub yang tengah berjuang di tengah pandemi virus Covid-19. Sebenarnya keputusan ini juga sangat meresahkan bagi sebagian orang karena virus corona belum benar-benar berakhir. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa keputusan ini justru membahayakan para pemain,pelatih, ofisial dan pihak lain yang terlibat di dalamnya. Operator Premier League telah mengeluarkan protokol kesehatan yang ketat bagi setiap klub. Salah satunya adalah melakukan tes besar-besaran kepada seluruh pemain dan staff apakah positif dari Covid-19.

Bahaya Yang Mengancam Pemain Premier League Jika Pertandingan Dilanjutkan
Bahaya Yang Mengancam Pemain Premier League Jika Pertandingan Dilanjutkan

Selain itu pertandingan yang digelar juga akan tanpa penonton. Begitu juga dengan suporter tidak akan diizinkan untuk berkumpul di sekitar stadion. Pada lokasi latihan juga akan diberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Dj Kasino Situs Bola Online

Tetapi selain pandemi covid-19, hal lain yang menjadi ancaman bagi para pemain adalah menghadapi badai cedera saat kompetisi berlangsung pada 17 juni nanti.

Para pemain telah berlari di treadmill dan latihan mandiri di dalam ruangan selama hampur 8 minggu sehingga akan menyebabkan stimulus yang berbeda bagi tubuh,ujar Dokter Tim newcastle United, Paul Catterson.

Seperti diketahui, Premier League 2019/2020 telah berhenti sejak pertengahan maret lalu karena adanya aturan lockdown yang diberlakukan oleh pemerintahan inggris saat itu. Selama kompetisi berhenti,para pemain hanya diperbolehkan untuk berlatih secara mandiri. Para pemain bergabung kemabli ke klub masing-masing pada 1 juni 2020 saat pemerintah memberi lampu hijau bagi tim elite.

Menurut keterangan Catterson,kejadian seperti ini juga pernah terjadi pada kompetisi Rugbi Amerika Serikat (NFL). Beberapa tahun lalu NFL juga pernah terhenti karena banyaknya cedera Achilles.

Bagi Catterson, langkah yang diambil Premier League dalam mempersiapkan liga ditengah pandemi sangat baik karena para pemain dan staff diwajibkan untuk menjalankan test positif covid-19 dua kali seminngu. Hal ini dilakukan untuk menjaga rasa aman semua staff dan pemain.

Catterson juga meminta kepada para pemain untuk tidak cukup cepat puas diri karena kunci keselamatan juga berada ditangan mereka,tuturnya.

Striker Chelsea,Oliver Giroud juga mengkhawatirkan hal yang sama. Apalagi para pemain tidak lagi mendapat layanan yang sama seperti pandemi covid-19 belum terjadi. Sekarang para pemain hanya mendapat layanan perawatan selama 15 menit saja usai latihan.

Menurut Giroud, para pemain sudah dua bulan tidak berlatih dan otot menjadi tegang dan pada saat kembali latihan banyak yang mengalami cedera. Meski demikian cedera yang mereka alami tidak seberapa karena kecintaan mereka pada sepak bola.

About livi na

Check Also

Hukuman Larangan Tanding Manchester City Resmi Dicabut

Hukuman Larangan Tanding Manchester City Resmi Dicabut

Hukuman Larangan Tanding Manchester City Resmi Dicabut Beritaliga – Manchester City telah mendapatkan kepastian mengenai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *